laporan perjalanan
LAPORAN PERJALANAN
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
(oleh
: Devi Nurdianti / XMIPA4)
Setiap
sekolah menengah atas biasanya akan mengadakan PLS atau pendidikan luar sekolah
yang diikuti oleh semua siswa kelas sepuluh. Kali ini SMAN 2 Magelang
mengadakan PLS pada tanggal 16 Februari 2016. Tempat yang akan kami tuju adalah
PT.Sriteks dan Museum Sangiran. Kami berangkat dari sekolah sekitar pukul 07.15
WIB dengan menggunakan enam buah bus Jayakarta, setiap bus akan diisi kurang
lebih empat puluh siswa dari kelas yang berbeda. Saya sendiri masuk dikelompok
bus nomor 2.
Tempat
pertama yang kami kunjungi adalah PT.Sriteks. Menurut jadwal yang diberikan,
perjalanan dari sekolah menuju Sriteks akan memakan waktu sekitar 3 jam. Jadi
selama perjalanan kami isi dengan senda gurau dan berbagi makanan bekal dengan
teman. Kami sampai di PT.Sriteks sekitar pukul 11.00 WIB, satu jam lebih lambat
dari jadwal.
PT.Sriteks
merupakan pabrik
tekstil terpadu dengan mesin paling modern. Pabrik ini biasa membuat pakaian-pakaian
militer baik untuk dalam negeri maupun luar negeri. Disana kami dapat melihat
proses penjahitannya. Tidak
hanya itu kami juga dapat membeli pakaian yang kami sukai di toko oleh-oleh
pakaian Sritex. Harga yang
ditawarkan sangat terjangkau bagi para siswa.
Pada
pukul 12.30 WIB kami harus masuk ke bus masing-masing dan melanjutkan
perjalanan menuju museum sangiran . Kami sampai di Museum
Sangiran pukul 15.00 WIB. Ini pertama kalinya saya berkunjung ke Museum
Sangiran.
Museum
Sangiran merupakan Museum arkeologi yang terletak di Kalijambe, Sragen, Jawa
Tengah. Museum ini berdekatan dengan area situs purbakala terlengkap di Asia
yang merupakan salah satu situs warisan dunia oleh UNESCO. Bangunan pada Museum
ini terlihat megah. Museum Sangiran dibagi menjadi tiga ruangan utama. Ruang
pertama berisi berbagai macam fosil
hewan seperti buaya, gajah, kura-kura , dan
banteng yang hidup sekitar satu juta tahun yang lalu di kawasan Sangiran.
Ruangan kedua menyuguhkan seluk beluk fosil manusia dan hewan purba yang lebih bervariasi lagi yang juga di temukan di kawasan Sangiran. Di dalam ruangan kedua ini juga terdapat ruang audio Visual untuk pemutaran film kisah kehidupan manusia prasejarah. Sedangkan ruangan ketiga menampilkan gambaran-gambaran kehidupan manusia purba serta ada juga layar yang memutarkan video tentang cara pembuatan replika manusia purba. Dari Museum Sangiran ini kami memperoleh banyak informasi tentang pola kehidupan manusia purba di Jawa secara langsung sehingga dapat membayangkan bagaimana kehidupan manusia purba jutaan tahun yang lalu.
Setelah kurang lebih satu jam kami
mengelilingi Museum sangiran. Pada pukul 16.00 WIB kami diberi waktu untuk
istirahat, waktu ini kami gunakan untuk salat jamak dzuhur-asar dan
bersih-bersih. Pukul 16.30 WIB kami sudah di dalam bus siap melanjutkan
perjalanan menuju Solo Square. Perjalanan dari Museum Sangiran menuju Solo
Square memakan waktu sekitar satu jam. Di Solo Square kami sekedar jalan-jalan
dan membeli oleh-oleh. Kami diberi batasan waktu sampai pukul 19.00 WIB. Solo
Square sendiri hampir sama seperti Artos mall di Magelang.
Solo Square
Setelah waktu yang ditentukan tiba kami bersiap umtuk melanjutkan perjalanan
pulang, sebelum pulang kami mampir di sebuah restaurant untuk makan malam dan juga salat jamak magrib-isyak.
Selama perjalanan pulang banyak siswa yang tidur namun ada juga yang masih
bersenda gurau dengan teman sebangkunya. Akhirnya pada pukul 23.00 WIB kami
telah tiba di sekolah dengan selamat. Di sana sudah banyak orang tua siswa yang
menunggu untuk menjemput anak tersayangnya. Perjalanan ini sangat menyenangkan
juga sangat melelahkan, namun kami mendapat banyak sekali manfaat dari
perjalanan ini.
Magelang,
17 Februari 2016









OK, bagus laporannya. Penulisan masih banyak yang perlu dibenahi. PT. Sriteks (tidak perlu pakai titik) -- PT Sriteks. Penulisan di yang dipisah dan digabung masih perlu di"eling-eling." Contoh dikelompok, disana (mestinya dipisah).
BalasHapus